headerphoto

METODA PENYIRAMAN AGLAONEMA

Selasa, 27 Mei 2008 07:00:26

II. METODA PENYIRAMAN AGLAONEMA ALA FAI-KAO.COM
Metoda penyiraman yang biasa kami lakukan yang sudah pasti menggunakan Baode sebagai ZPT (Zat Pengatur Tumbuh – Fithohormone) dan Pupuk unggulan Kami, yang telah memerikan hasil yang tidak mengecewakan apalagi menyakitkan dan bahkan menyenangkan hati. Bagaimana tidak, aglaonema yang mau “Die” saja bisa diusahakan untuk survive lagi, juga aglaonema yang sedikit akar, dalam kurun waktu dibawah 1½ bulan, akar baru bisa mampu keluar, serta yang tak kalah penting adalah penambahan daun dan kecerahan corak daun serta kesegaran sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Termasuk juga untuk perawatan yang khusus untuk aglaonema yang baru datang dari luar masuk ke kebun, baik itu aglaonema lokal maupun aglaonema import, sudah dipastikan tahap pertama adalah kami mengganti media tanamnya dengan media racikan kami kemudian akan kami perkecil pemakaian potnya sedemikian sehingga proporsional.
Adapun metoda penyiraman yang kami lakukan adalah sebagai berikut:
Nomor satu yang paling utama, adaah sebelum memulai penyiraman, berdo’alah kepada Sang Hakikat pemilik Aglaonema ini, yaitu Tuhan yang Maha Pencipta, Maha Pengatur dan Maha Hidup, bahwa Kita melakukan penyiraman ini dalam rangka ikhtiar untuk merawat ciptaan-Nya dan berharap berhasil mendapatkan aglao yang segar, sehat, tumbuh subur, beranak-pinak dan terhindar dari serangan penyakit. Nomor Wahid ini jangan sampai dilupakan.
Untuk pemakaian Baode akar, kami lakukan penyemprotan seminggu sekali dengan takaran serbuk putih sebanyak kurang lebih sebesar ”pentol korek api” untuk ukuran 1 liter air, dikocok sampai larut dan disiramkan ke media sampai basah atau tiris. Apabila air yang keluar di bawah pot (hasil tiris tersebut) mau digunakan lagi, maka bisa ditampung dalam wadah, dan bisa dipakai untuk menyiram media untuk tanaman yang lain. Lebih jelasnya silahkan lihat photo berikut urutannya.
Untuk pemakaian Baode Daun kadang kami menggunakan dengan 3 metoda dan hasilnya relatif sama. Sebagai berikut:

Serbuk coklat Baode Daun diambil sebanyak kurang labih 2-3pentol korek api, lalu dilarutkan dengan air dalam botol air mineral ukuran 600ml, dikocok sampai larut, sehingga diperoleh larutan “biang” berwarna “kecoklatan”. Untuk dosis ini, bisa ditingkatkan bertahap sesuai dengan keinginan, dengan kata lain, dosis lebih tinggi tidak berefek negatif, bahkan bisa lebih bagus hasilnya. Dari “biang” tersebut, diambil 3-5tutup botol air mineral tersebut kemudian dilarutkan lagi dengan air 1 liter atau lebih untuk sekali penyiraman. Dan dilakukan sekali sehari atau dua kali sehari. Penyiraman ini dilakukan dengan cara disemprotkan ke permukaan daun atas dan bawah serta batang dengan “sprayer” (mirip pengkabutan)
Untuk cara kedua, seperti halnya nomor (a) di atas tetapi si “biang” dalam botol air mineral tersebut, dibagi 6 atau 7 bagian, dimana 1 bagian digunakan untuk sekali penyiraman dengan cara yang sama.
Untuk cara ketiga, larutan baode daun ukuran 1-2pentol korek api tersebut langsung dilarutkan dengan air 1-2liter dan dilakukan seminggu sekali disemprotkan sampai basah ke daun dan ke media tanam. Seminggu sekali dilakukan diantara pemakaian baode akar.

4. Dalam pertengahan minggu atau 3 hari setelah penyiraman baode akar, sudah dipastikan media akan kering (bergantung cuaca) sehingga untuk menjaga kelembaban media yang cukup, dilakukan penyiraman media sampai basah/tiris dengan air bersih biasa, atau dengan kata lain diguyur air.

5. Dalam kurun waktu sebulan atau 2 minggu sekali, baik dilakukan bersamaan dengan baode daun, larutan untuk penyiraman ditambahkan nutrisi unsur micro ½ dosis dari yang tertera dalam produk. Untuk pemenuhan unsur micro ini, Kami menggunakan merek METALIK. Selain itu, kami juga menambahkan kebutuhan calsium yang ditambahkan sedikit. Merek yang digunakan adalah Growmore Calcium. Tetapi untuk penambahan calsium ini kami gunakan kadang-kadang berpola “seingat-nya” saja. Kadang sebulan sekali kadang 2 bulan. Tetapi untuk tanaman yang kelihatannya ada gangguan penyakit atau ketika musim hujan, kebutuhan akan calsium menjadi perhatian.

Untuk penggunaan pupuk lain (bagi yang mau menggunakan), kami juga menggunakan pupuk slow release pada saat repotting baik itu merek Osmocote maupun dekastar, dan kami menggunakan yang berimbang (13-13-13+TE) sedangkan untuk merek osmocote (original import – dijual dalam toples), karena tidak mendapatkan yang berimbang, kami gunakan dengan unsur N (nitrogen) yang lebih tinggi tetapi tidak terlalu tinggi (19-6-12). Selain pupuk slow release, kami juga kadang-kadang menambahkan hyponex berimbang 20-20-20 sebulan sekali atau 2 minggu sekali dengan dosis rendah. Dan dilakukan bisa bersamaan dengan baode daun.

Dari : http://www.fai-kao.com/2008/05/25/tips_perawatan_aglaonema_ala_fai_kao_com

Berita "Aglaonema" Lainnya